Postingan

Gelap

Tersiksa dalam rasa yang tak pernah berujung, berteman luka menambah seni Terhanyut dalam dentingan detik waktu yang tak bergerak mundur, berteman sepi menambah lagu  Langit malam masih sama, mungkin susunan rasi bintang nya yg berbeda Angin malam menyapa lembut tirai jendela, tuk titip pesan bahwa aku merindukannya Entah kapan semua ini berakhir, saat lelah membuatku berhenti berharap  Lewat bait tulisan aku mengenangmu, karena aku benar-benar ingin kamu kembali  Sincerly,

Jingga Sore

Semburat langit jingga membingkai langit sore dengan indahnya  Ketika warna langit berubah, dan sore ini dan sore besok belum tentu warna itu sama  Warna yang tak sama, namun sama indahnya  Indah yang tak sama, namun aku menyukainya  Sama, sama seperti kamu yang selalu aku kagumi indahnya. Warnamu yang tak kan sama, bagiku kamu tetap yang terindah Selamat sore lagi untuk kamu. Tetap disana ya, dimana aku selalu bisa menyapamu dalam diamku :)  Sincerly,  RE

Selamat Sore

Walau memang aku harus menjadi rumput hening yg bergoyang di hempas angin, maka aku berharap angin itu adalah kamu  Ketika aku menjadi cercahan cahaya langit sore yang berpendar di ujung langit, maka aku harap di ujung itu kamu melihatnya  Sore kemarin, sore sekarang, sore besok dan sore-sore selanjutnya tetaplah di sana. Di tempat dimana aku bisa selalu mengucapkan selamat sore dari jauh kepadamu Sincerly with love,  RE

Terlambat

Malam semakin larut ketika aku mencoba mencari sosokmu disana. Diantara ratusan bintang yang ada di langit, mungkin salah satunya adalah kamu. Yang mana? Sampai saat ini pun aku masih terus mencari. Suatu saat mungkin kau bersinar amat terang, namun lain hari mungkin kau tenggelam diantara yang lain. Hingga saat ini aku pun masih belum bisa mengatakan "Itu adalah kamu!" sampai suatu saat aku memberanikan diri untuk mencari alasan atas ketidakjelasanmu hadir disana. Aku sadar, selama ini aku hanya membenarkan diri atas apa yang telah tejadi. Kenapa kamu bersinar terang? Mengapa kamu tak pernah kutemukan? Kenapa aku tak pernah mencoba mencari alasan dari semua kejadian ini. Hingga aku akhirnya menemukan alasan-alasan yang tepat setelah kamu terlalu sering bersinar disana. Terlambat? Takpapa, selama aku masih bisa mengetahui alasannya. Kamu akan tetap bersinar disana, Ketika semua alasan kutemui, kenapa sakit yang terasa? Mungkin karena terlalu terlambat bagiku untuk menyadarin...

Sampai Jumpa

Untuk yang pertama kalinya aku kembali menulis. Kali ini tulisanku berbeda. Bukan lagi tentang orang yang dulu selalu aku jadikan inspirasi setiap tulisanku. Bukan lagi tentang orang yang dulu selalu aku ingin rengkuh. Bukan lagi orang yang selalu aku sebutkan namanya dengan iringan doa. Bukan lagi tentang semua tentang kita yang kini sudah berubah menjadi aku dan kamu. Yang sudah berjalan di orbit masing-masing. Yang sudah menjadi orang asing dengan kehidupan masing-masing. Yang tak lagi partner dalam segala hal. Itu semua masa lalu yang tak pernah kusangka akan berakhir seperti ini. Menulis adalah hobiku. Kamu adalah duniaku. Ketika duniaku menghilang aku berhenti menulis. Dan itu sama menyiksanya. Pertahanan diri yang kubangun sedemikian rupa, hancur lebur bersamaan dengan perginya kamu dari hidupku. Benteng itu seakan tak punya pondasi, walau telah kurakit sedemikian rupa. Kamu tau? Aku kembali menulis. Aku kembali ke duniaku. Dunia yang sudah tidak ada kamu lagi. Kamu tau? Kamu b...

Ingatkah kamu?

Pasti yang pembaca bakalan bosan karena aku sering menuliskanmu. Tapi setelah menulis rasanya aku lebiih lega.  Hujan selalu bisa mengingatkanku pada semua kenangan tentang kamu. Mereka nyata dan aku merasa seperti tengah menyaksikan sebuah film biskop. Tapi, aku dan kamu lah pemeran utamanya. Kamu tahu? Saat itu aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia versiku. Dimana kamu selalu bisa aku temui setiap harinya. Yang aku tak pernah sabar untuk menanti pagi, berpacu dengan waktu dan dengan semangatnya menuju sekolah. Aku yang diam-diam memperhatikan jam berapa kamu datang, hari apa kamu piket, warna jaketmu hari ini apa, kamu membawa bekal apa tidak, bagaimana ekspresimu ketika mengerjakan soal Matematika yang tak kupahami dan aku tahu kamu cukup tenggelam di sana, bagaimana semangatnya kamu bermain bola, bagaimana keringatannya kamu ketika kita usai jam olahraga, bau parfummu yang sekarang katanya tidak pakai parfum, siapa saja teman dekatmu, siapa saja teman perempuanmu, b...

Kini Apalagi?

Ini sudah tahun kedua yang kita laui bersama-sama. Apa? Iyaaa kita. Kita yang aku maksud terdiri dari aku, kamu dan mereka yang aku sayang. Pertama kita bergerak dari pertukaran tahun ajaran yang terasa amat begitu cepat. Lalu? Sekarang kita sudah akan memasuki tahun ke-2 dunia baru, dunia perkuliahan.  Aku, satu-satunya manusia yang terdampar di Pekanbaru. Bukan karena aku bodoh, tidak beruntung atau apalah yang dulu sempat menghantui tahun pertama aku memasuki dunia baruku. Tapi sekarang aku menyadari apa yang telah Allah rencanakan atas semua yang sudah kulalui. Bertemu dan bergabung dengan orang-orang baru yang benar-benar baru. I'm really enjoy my life now. Melakuakan semua hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya. Misalnya? Camping. Satu hal yang tak pernah kubayangkan akan kulakukan seumur hidupku. Rempong? Banget. For the first time banget harus bangun tenda yang gak gampang, lalu jalan kaki ke mana-mana, gak mandi selama 2 hari, tidur di tanah yang beralaskan tikar....